Pengalaman pertama praktek KDPK di RS dr. R. Soetrasno Rembang
Praktek KDPK merupakan praktek dasar klinik yang biasa dilaksanakan oleh mahasiswa AKBID PEMKAB Kudus pada tingkat 1 semester II.
Praktek ini adalah praktek pertama yang harus di tempuh oleh mahasiswa. Praktek ini merupakan praktek yang masih dasar karena di dalam studi praktek, mahasiswa baru dikenalkan dengan tindakan-tindakan klinik yang dasar seperti suntik menyuntik , pemberian obat dan nutrisi, pemberian kebutuhan dasar manusia, perawatan luka, penanganan pasien sakarotul maut dan lain sebagainya.
Dan disini saya akan menuliskan pengalaman pertama yang berkenaan dengan praktek yang saya jalani selama 27 hari lamanya, mulai tanggal 21 Mei sampai dengan 16 Juni 2012 di RS dr. R. Soetrasno Rembang. Dari seluruh mahasiswa sebanyak 89, kita di bagi di sembilan rumah sakit yang dimana setiap rumah sakit di tempati oleh 9-10 mahasiswa.
Beberapa Rumah Sakit yang ditempati antara lain:
1. RSUD Kudus
2. RSI Sunan Kudus
3. RSI NU Demak
4. RSUD Demak
5. RSUD Kelet Jepara
6. RSUD RA. Kartini Jepara
7. RSUD dr. R. Soetrasno Rembang
8. RSUD Tugu Rejo Semarang
9. RSUD Kodya Semarang
Praktek Kdpk ini adalah praktek yang sudah saya tunggu sejak dua bulan lamanya sebelum praktek. Dan kini tibalah saatnya waktu yang di tunggu-tunggu itu tiba. Pemberangkatan ke RS di antar oleh pihak akademi. Kelompok kami (Rembang) berangkat pada hari Senin jam 7 pagi. Perjalanan berjalan dengan lancar dengan menempuh waktu selama 2 jam. Sesampainya di Rembang tempat yang di tuju pertama kali adalah temapat kos kami yang letaknya tidak jauh dari RS tempat kita praktek. Setelah observasi di tempat kos, kita langsung menuju RS untuk acara penyerahan mahasiswa kepada RS.
Acara penyerahan dilaksanakan pada jam 10 kepada Direktur RS yang pada waktu itu di wakili oleh Bp. Toto Aryanto, S.Kep. Dalam acara tersebut kami di jelaskan mengenai tata tertib yang ada di RS. Dalam acara itu pula kita di berikan pengarahan tentang tugas-tugas yang harus kita kerjakan, di antaranya adalah pembuatan buku laporan target serta acara seminar.
Setelah acara penyerahan selesai, yaitu sekitar jam 11.30 kita langsung observasi ruang di RS dan langsung menempatkan diri di ruang yang telah di tetapkan.
Kelompok kita di bagi atas tiga ruang, yaitu:
1. Ruang IGD ( ruang umum)
2. Ruang Dahlia ( ruang penyakit dalam)
3. Ruang Bugenvil ( ruang bedah)
Hari pertama saya ditempatkan di ruang Dahlia. Dimana ruang tersebut adalah ruang untuk penyakit dalam. Pertama kali saya masuk ruang, saya berkenalan dengan CI dan perawat yang ada di ruang tersebut, serta melihat keadaan pasien. Berbagai macam penyakit dalam ada disini, diantaranya ada yang terkena penyakit asma, gagal ginjal, Lambung dan banyak yang lain.
Setelah melihat-lihat kondisi pasien, dari perawatnya menyuruh kami untuk malakukan TTV yaitu mengukur suhu semua pasien.
Dari semua pasien saya menemukan seorang pasien yang bernama Tn.A dengan kondisinya cukup lemah. Pasien tersebut sudah berumur 60 tahunan dan menderita penyakit asma. Tn.A di pasang oksigen. Dari wawancara yang saya lakukan, ternyata Tn.A sudah masuk rumah sakit sebelumnya dengan penyakit yang sama. Setelah dilakukan rawat inap selama beberapa hari, pasien tersebut kondisinya mulai membaik dan akhirnya diperbolehkan untuk pulang.
Hari pertama di RS telah selesai. Kami langsung menuju ke tempat kos untuk berbenah-benah. Hari-hari diasrama bareng bersama teman-teman kelompok sangat menyenangkan. Selalu berusaha kompak meski tugas segudang ada di drpan mata.
Harapanku semoga dalam praktek ini, kami semua mendapat lebih banyak ilmu serta dapat menjalankan praktek sampai dengan selesai dengan lancar dan semua target dapat terpenuhi. Amiin
Minggu, 03 Juni 2012
Senin, 23 April 2012
SEKILAS TENTANG PROFIL DESA KLUMPIT


Geografi

Kecamatan Gebog terdiri dari beberapa desa. Salah satunya adalah Desa Klumpit. Desa ini terbagi atas beberapa dukuh yaitu Pesantren, Pedak, Modinan, Ngaringan, Grobog, Klumpit, dan Kalilopo.
Desa Klumpit termasuk desa di wilayah kecamatan Gebog yang terletak sekitar di lereng Gunung Muria. Desa ini terletak sekitar ±8 km dari puncak gunung Muria. Desa ini berada ±10 km sebelah barat laut dari pusat pemerintahan kabupaten Kudus.
Batas-batas wilayah Desa Klumpit :
Barat : Desa Mijen
timur : Desa peganjaran
Selatan : Desa Gribig dan Karangampel
Utara : Desa Sudimoro
Kondisi Lingkungan
Saat memasuki wilayah desa ini, sejuk dan asri bisa dirasakan setiap orang yang memasukinya. Hal ini dikarenakan kondisi desa yang masih banyak persawahan dengan tekstur tanah yang sedang dan sebagian dengan tanah liat.
Masalah air bersih disini tidak menjadi sebuah masalah karena sumber air disini bersumber langsung dari alam. Hampir di setiap rumah memiliki sumur-sumur sendiri.
Kebersihan juga tetap selalu menjadi perhatian di desa ini. Untuk menjaga kebersihan lingkungan desa, warga biasanya mengadakan kerja bakti pada hari-hari libur. Sehingga desa ini tetap terjaga kebersihannya.
Mata pencaharian
Penduduk Desa ini mempunyai mata pencaharian yang beragam. Sebagian di antara mereka ada yang wiraswasta, petani, PNS, pegawai swasta, dan masih banyak yang lain. Namun rata-rata warga desa ini bekerja sebagai buruh.
Disini akan disajikan sample survei data dari pengkaajian pekerjaan masyarakat di RW 04 :
Potensi SDM
Sumber Daya Manusia di Desa ini cukup baik. Banyak diantara warga yang mempunyai kreatifitas yang berkualitas. Ketrampilan-ketrampilan warga meliputi; konveksi (menjahit), pengrajin batu bata, pengrajin kayu yang biasa digunakan untuk perabot rumah, mengajar dll.
Di desa ini terkenal sebagai desa konveksi karena banyak dari warganya yang mendirikan konveksi pakaian. Produk yang di hasilkan adalah busana muslim wanita, hem, koko, mukena, dan kerudung. Biasanya mereka langsung memasarkan ke pasar-pasar luar kota Kudus, seperti Rembang, Demak, Juwana dan kota-kota lain di sekitar Kudus.
Kesehatan
Tingkat kesehatan di Desa Klumpit ini bisa dikatakan cukup baik. Ini bisa di lihat pada kondisi warga yang tidak mempunyai penyakit-penyakit yang serius dan menular serta cacat.
Untuk meningkatkan kesehatan warga, kegiatan yang biasa di lakukan di Desa ini adalah mengadakan kegiatan posyandu yang bertempat di tiap-tiap dukuh. Mereka memanggil bidan-bidan setempat untuk kegiatan tersebut. Di desa ini terdapat tiga bidan yang terdiri dari satu bidan desa dan dua bidan swasta.
bidan tersebut adalah :
1. Hj. Darini, Amd.Keb
2. Hj. Muyassaroh, Amd.Keb
3. Nor Istiati, Amd.Keb
Selain itu, ada pula puskesmas keliling yang biasanya memberikan layanan kesehatan di desa ini. Mereka memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu.
Pendidikan
Kondisi standar pendidikan desa ini dapat di katakan sesuai dengan program pemerintah. Warga desa ini sudah mencapai pendidikan hingga SMA sampai perguruan tinggi. Hanya sebagian kecil saja yang masih bersekolah sampai SMP atau hanya SD saja.
Untuk memudahkan warganya menjangkau pendidikan, di desa ini telah berdiri banyak pusat-pusat pendidikan/sekolah. Baik yang pendidikan umum maupun pendidikan agama. Dari playgroup- TK/RA- SD/MI-dan MTs. Serta madrasah diniyh dan RTQ/TPQ. Desa ini juga mengadakan program anti tuna aksara dengan mendirikan kegiatan seperti sekolah bagi orang-orang tua yang tidak bisa membaca.
Fasilitas-fasilitas pendidikan yang dimiliki desa:
Playgroup : - Halimatus Sa’diyah
TK/RA : - TK Pertiwi
: - RA Fatimatuz Zahra’
SD/MI : - SD 1 Klumpit
: - SD 2 Klumpit
: - SD 3 Klumpit
: - SD 4 klumpit
: - SD 5 Klumpit
: - MI Tarbiyatul Banatil Islamiyah
: - MI Sabilul Khoiratil Islamiyah
: - Mts. Albakry
Agama
100% penduduk di wilayah ini beragama islam. Setiap desa memiliki masjid dan beberapa musaholla. Oleh karenanya suasana religius islami sangat terasa. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan kerohanian yang diadakan warga, seperti ; Yasinan, tahlilan, Manaqib syeh abdu Qodir al-jaelani, Rotibul Haddad dll.
Banyak pula organisasi-organisasi islami yang di adakan, seperti; Ikatan Remaja Masjid, IPNU-IPPNU, Fatayat, Anshor, Muslimat dll.


Geografi

Kecamatan Gebog terdiri dari beberapa desa. Salah satunya adalah Desa Klumpit. Desa ini terbagi atas beberapa dukuh yaitu Pesantren, Pedak, Modinan, Ngaringan, Grobog, Klumpit, dan Kalilopo.
Desa Klumpit termasuk desa di wilayah kecamatan Gebog yang terletak sekitar di lereng Gunung Muria. Desa ini terletak sekitar ±8 km dari puncak gunung Muria. Desa ini berada ±10 km sebelah barat laut dari pusat pemerintahan kabupaten Kudus.
Batas-batas wilayah Desa Klumpit :
Barat : Desa Mijen
timur : Desa peganjaran
Selatan : Desa Gribig dan Karangampel
Utara : Desa Sudimoro
Kondisi Lingkungan
Saat memasuki wilayah desa ini, sejuk dan asri bisa dirasakan setiap orang yang memasukinya. Hal ini dikarenakan kondisi desa yang masih banyak persawahan dengan tekstur tanah yang sedang dan sebagian dengan tanah liat.
Masalah air bersih disini tidak menjadi sebuah masalah karena sumber air disini bersumber langsung dari alam. Hampir di setiap rumah memiliki sumur-sumur sendiri.
Kebersihan juga tetap selalu menjadi perhatian di desa ini. Untuk menjaga kebersihan lingkungan desa, warga biasanya mengadakan kerja bakti pada hari-hari libur. Sehingga desa ini tetap terjaga kebersihannya.
Mata pencaharian
Penduduk Desa ini mempunyai mata pencaharian yang beragam. Sebagian di antara mereka ada yang wiraswasta, petani, PNS, pegawai swasta, dan masih banyak yang lain. Namun rata-rata warga desa ini bekerja sebagai buruh.
Disini akan disajikan sample survei data dari pengkaajian pekerjaan masyarakat di RW 04 :
- PNS : 7
- swasta : 125
- Wiraswasta :95
- Petani :41
- Pedagang : 26
- Buruh :489
- Penjahit : 64
- pensiunan : 1
- Pamong : 3
- Sekolah : 430
- IRT : 67
- Lain-lain : 14
- bawah umur :132
Potensi SDM
Sumber Daya Manusia di Desa ini cukup baik. Banyak diantara warga yang mempunyai kreatifitas yang berkualitas. Ketrampilan-ketrampilan warga meliputi; konveksi (menjahit), pengrajin batu bata, pengrajin kayu yang biasa digunakan untuk perabot rumah, mengajar dll.
Di desa ini terkenal sebagai desa konveksi karena banyak dari warganya yang mendirikan konveksi pakaian. Produk yang di hasilkan adalah busana muslim wanita, hem, koko, mukena, dan kerudung. Biasanya mereka langsung memasarkan ke pasar-pasar luar kota Kudus, seperti Rembang, Demak, Juwana dan kota-kota lain di sekitar Kudus.
Kesehatan
Tingkat kesehatan di Desa Klumpit ini bisa dikatakan cukup baik. Ini bisa di lihat pada kondisi warga yang tidak mempunyai penyakit-penyakit yang serius dan menular serta cacat.
Untuk meningkatkan kesehatan warga, kegiatan yang biasa di lakukan di Desa ini adalah mengadakan kegiatan posyandu yang bertempat di tiap-tiap dukuh. Mereka memanggil bidan-bidan setempat untuk kegiatan tersebut. Di desa ini terdapat tiga bidan yang terdiri dari satu bidan desa dan dua bidan swasta.
bidan tersebut adalah :
1. Hj. Darini, Amd.Keb
2. Hj. Muyassaroh, Amd.Keb
3. Nor Istiati, Amd.Keb
Selain itu, ada pula puskesmas keliling yang biasanya memberikan layanan kesehatan di desa ini. Mereka memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang tidak mampu.
Pendidikan
Kondisi standar pendidikan desa ini dapat di katakan sesuai dengan program pemerintah. Warga desa ini sudah mencapai pendidikan hingga SMA sampai perguruan tinggi. Hanya sebagian kecil saja yang masih bersekolah sampai SMP atau hanya SD saja.
Untuk memudahkan warganya menjangkau pendidikan, di desa ini telah berdiri banyak pusat-pusat pendidikan/sekolah. Baik yang pendidikan umum maupun pendidikan agama. Dari playgroup- TK/RA- SD/MI-dan MTs. Serta madrasah diniyh dan RTQ/TPQ. Desa ini juga mengadakan program anti tuna aksara dengan mendirikan kegiatan seperti sekolah bagi orang-orang tua yang tidak bisa membaca.
Fasilitas-fasilitas pendidikan yang dimiliki desa:
Playgroup : - Halimatus Sa’diyah
TK/RA : - TK Pertiwi
: - RA Fatimatuz Zahra’
SD/MI : - SD 1 Klumpit
: - SD 2 Klumpit
: - SD 3 Klumpit
: - SD 4 klumpit
: - SD 5 Klumpit
: - MI Tarbiyatul Banatil Islamiyah
: - MI Sabilul Khoiratil Islamiyah
: - Mts. Albakry
Agama
100% penduduk di wilayah ini beragama islam. Setiap desa memiliki masjid dan beberapa musaholla. Oleh karenanya suasana religius islami sangat terasa. Hal ini dapat dilihat pada kegiatan kerohanian yang diadakan warga, seperti ; Yasinan, tahlilan, Manaqib syeh abdu Qodir al-jaelani, Rotibul Haddad dll.
Banyak pula organisasi-organisasi islami yang di adakan, seperti; Ikatan Remaja Masjid, IPNU-IPPNU, Fatayat, Anshor, Muslimat dll.
Langganan:
Postingan (Atom)